Apa itu Buku C/Letter C (Masalah Pertanahan) ?

Bagi teman – teman yang sering mengajukan pertanyaan Tentang Buku atau Letter C, berikut ini saya coba berikan penjelasan

Buku C/Letter C itu apa sih?

Jawabannya Adalah :

Buku C atau yang sering disebut sebagai  letter C adalah Buku yang disimpan aparatur Desa biasanya Sekertaris Desa (SEKDES), buku ini bisa juga disebut Pepel yang sebenarnya adalah Buku yang digunakan oleh Petugas Pemungut pajak untuk keperluan pembayaran pajak pada Jaman Penjajahan Kolonial Belanda,  dan sekarang dapat dijadikan bukti kepemilikan atas tanah karena tanah yang tercatat dalam buku tersebut sudah dikuasai bertahun-tahun, atas dasar itulah notaris maupun petuga di Kantor Pertanahan dapat melihat siapa yang berhak atas kepemilikan tanah yang belum bersertipikat disuatu desa, biasanya isinya Buku C yang lengkap terdiri dari :

  1. Nomor Buku C;
  2. Kohir;
  3. Persil, Kelas Tanah, adalah suatu letak tanah dalam pembagiannya atau disebut juga (Blok);
  4. Kelas Desa, maksud dari kelas desa adalah suatu kelas tanah yang dipergunakan untuk membedakan antara darat dan tanah sawah atau diantara tanah yang produktif dan non produktif ini terjadi pada saat menetukan pajak yang akan di pungut;
  5. Daftar Pajak Bumi yang terdiri atas Nilai Pajak, Luasan Tanah (dalam meter persegi) dan Tahun Pajak;
  6. Nama Pemilik Letter C, nama pemilik ini merupakan nama pemilik awal sampai pemilik terakhir;
  7. Nomor urut pemilik;
  8. Nomor bagian persil;
  9. Tangan dan stempel Kepala Desa/Kelurahan.

Dan Letter C adalah Kutipan dari Buku C yang diperoleh dari kantor desa dimana tanah itu berada, letter C ini merupakan tanda bukti bahwa tanah yang dikuasainya memiliki catatan yang berada di Kantor Desa/Kelurahan.Untuk mengetahui bagaimana perkembangan letter C menjadi bukti kepemilikan tanah lihat tulisan berikut

Sejarah Perkembangan Letter C sebagai Bukti Kepemilikan Tanah.

Permasalahan yang sering terjadi pada buku letter C ini adalah keterangan mengenai tanah yang ada dalam buku letter C itu sangatlah tidak lengkap dan kebanyakan cara pencatatannya tidak dilakukan secara teliti dan hati-hati sehingga  data yang ada dalam  buku letter C tersebut kurang akurat atau lengkap. Kutipan buku Letter C seperti girik, kekitir, petuk D, inilah yang dipegang  dan dikuasai oleh pemilik tanah

Pihak yang berwenang melakukan pencatatan Buku C adalah Perangkat Desa/Kelurahan, yang dilakukan secara aktif dalam pengertian adalah bukan pemilik tanah yang datang ke Kantor Desa/Kelurahan untuk mencatat keterangan tanah yang mereka miliki, tetapi secara  otomatis Perangkat Desa/Kelurahan yang mencatat peritiwa hukum yang terjadi pada tanah tersebut seperti Hibah, Jual beli, waris, Bagi hasil dan sebagainya.

Ketentuan mengenai letter C sebagai bukti pendaftaran tanah diatur dalam Pasal 3 Peraturan Menteri Pertanian dan Agraria No.2/1962 mengenai Surat Pajak Hasil Bumi/Verponding Indonesia atau surat pemberian hak dan instansi yang berwenang, dalam peraturan ini diatur bahwa sifat yang dimiliki letter c adalah hanya sebagai bukti permulaan untuk mendapatkan tanda bukti hak atas tanah secara yuridis yaitu sertipikat

Untuk lebih jelas mengenai bukti kepemilikan tanah silahkan menghubungi Kantor Pertanahan terdekat, atau bisa langsung dilakukan pemeriksaan ke Kantor Lurah yang mengeluarkan surat tersebut.

Letter C bisa langsung balik nama jadi Sertipikat tanpa Akta Jual Beli bisa tidak?

Jawabannya Adalah :

Walaupun sudah memiliki Letter C tetap diperlukan bukti jual belinya surat pernyataan dan kwitansi bermaterai. Zaman sekarang jika tidak pakai akta jual beli, gak bisa… , surat pernyataan dan kwitansi tidak cukup. itu hanya formalitas, yang aku saya tahu apabila ada perpindahan nama di Letter C  harus ada bukti serah terimanya baik itu Warisan, Hibah atau pun Jual Beli. bagi yang akan melakukan perpindahan hak atas kutipan letter c yang dikuasainya tersebut ada baiknya dan harus dilakukan dihadapan pejabat pemerintah Lurah dan camat

Bagi yang sudah memiliki Letter C dan ingin meningkatkan bukti kepemilikan tanahnya menjadi sertipikat perhatikan tulisan berikut =>  Tahapan Dalam Pembuatan Sertipikat Tanah.

Jadi jika ada proses jual beli yang dilakukan, harus memakai Akta Jual Beli dengan terlebih dahulu dilakukan pengukuran ulang oleh petugas kelurahan yang masih berwenang dan mempunyai keahlian untuk itu, yang kemudian diketahui oleh Pejabat Desa dan Pemilik tanah yang berbatasan / bersebelahan. setelah keluar peta hasil pengukuran baru dapat dibuatkan Akta Jual Beli, info lebih jelas lihat untuk membuat Akta Tanah (sertipikat) dapat teman – teman lihat di tulisan berikut ini => Tips Membuat Akta Tanah

Iklan
Perihal

omtanah.com adalah situs pribadi yang berisikan informasi untuk media pembelajaran dan memberikan gambaran umum terhadap permasalahan pertanahan yang sering dihadapi. Lihat tulisan selengkapnya Daftar Isi.

Ditulis dalam Jual Beli Tanah
78 comments on “Apa itu Buku C/Letter C (Masalah Pertanahan) ?
  1. Santosa Jaya berkata:

    Mohon bantuan pencerahan bimbingan dan saran. Kami warga masyarakat desa tegalrejo kecamatan argomulyo kodya salatiga jateng, memiliki kasus sengketa tanah dan bangunan rumah dengan tni. meskipun keduanya yang bersengketa sama2 tidak memiliki bukti yang kuat untuk hak atas tanah tsb tapi kami merasa bahwa tanah tersebut adalah tanah bengkok desa tegalrejo jaman dulu sebelum adanya pemekaran wilayah kota di SAlatiga jateng. Kami selaku warga desa sudah menempati wilayah tsb selama puluhan tahun, namun ketika kami mencari bukti bahwa tanah tsb adalah tanah bengkok pihak kelurahan tidak punya data2 terkait atau data hilang entah kemana/bagaimana. Pertanyaan kami, langkah apa yang hrs kami tempuh agar warga masyarakat dapat mempertahankan hak atas tanah tsb dari intimidasi tni ad yg bersikap semena-mena sejak beberapa tahun yg lalu sampai sekarang ? …..

  2. tyara berkata:

    saya mau tanya pak kok didesa saya dia tidak mengetahui buku letter c yaa ? dan dia menyatakan bahwa tidak ada buku letter c itu apa ada nama lain yg disebut se3lain letter c ?

  3. Wawang berkata:

    Kakek sya punya leter c dan buku c itu di pegang oleh mantan sekdes.tp sya minta data cuman di kash foto copy aja.tp foto copy coretan berbeda2.pdhal sya minta kesna sma ahli waris ibu sya.sya mau tanya solusinya untuk bisa mengutip krn kami akan buat sertifikat.

  4. Sutarjo berkata:

    Mohon tanya ayah saya bernama basir skarang sdh meninggal, menguasai sebidang tanah dan sekarang diwariskan kepada kami sebagai anak, pada letter C tertulis nama sukiyah a basir, apakah sah ayah saya menguasai tanah tersebut, dan surat pajak atas nama basir

  5. Bayu berkata:

    mohon pencerahan
    Di tempat kami domisili sekitar 18 Ha luas tanahnya dan masih utuh Letter C belum tercoret.
    akan tetapi ada beberapa pihak mengklaim tanah di dalam 18 Ha tsb dan menunjukkan SHM.
    dengan kasus tsb bagaimana argumentasi hukumnya jika letter c tsb msh utuh akan tetapi ada sertipikat yg muncul.

Terimakasih atas komentarnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: