Pertanyaan Masalah Pertanahan (Surat Pemblokiran Sertipikat Tanah)

Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas mengenai Permasalahan Umum Pertanahan :

Postingan ini kita akan membahas permasalahan proses pembukaan blokir sertipikat,

Dasar Hukum :

Aturan yang mengatur masalah Blokir Sertipikat tercantum dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Tata Cara Blokir dan Sita (“Permen ATR 13/2017”).  dalam aturan ini dijelaskan pengertian Blokir sertipikat tanah adalah :

Tindakan administrasi Kepala Kantor Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk untuk menetapkan keadaan status quo (pembekuan) pada hak atas tanah yang bersifat sementara terhadap perbuatan hukum dan peristiwa hukum atas tanah tersebut.

Blokir sertifikat pun menjadi salah satu hal yang tertuang dalam peraturan tersebut yaitu pada Bab III. Pasal 3 Permen ATR 13/2017 menyebutkan:

“Pencatatan blokir dilakukan terhadap hak atas tanah atas perbuatan hukum atau peristiwa hukum, atau karena adanya sengketa atau konflik pertanahan.”

Jangka Waktu

Seseorang dapat mengajukan pencatatan blokir ke kantor pertanahan setempat untuk dapat memblokir tanah yang merupakan haknya. Sifat dari blokir ini tidak permanen masa berlakunya adalah 30 (tigapuluh hari) sejak blokir terbit, bukan pada saat blokir didaftarkan.

penulisan ini saya bahas karena timbul karena ada kasus dimana seorang suami isteri yang telah lama menikah dan kemudian karena ada sesuatu permasalahan maka pasangan tersebut cerai namun belum sempat cerai diputuskan, isteri pasangan ini kabur dengan membawa seluruh akta tanah yang dimiliki sang suami, dari kasus tersebut timbul beberapa pertanyaan :

Apakah surat tanah / Sertipikat yang dibawa kabur tersebut dapat dimohonkan proses  blokirnya?

Atas dasar apa sertifikat tanah dapat diblokir ?

Dalam sebuah Pemblokiran sebuah surat tanah ada beberapa proses yang harus dilalui oleh pihak-pihak yang ingin melakukan pemblokiran, secara garis besar proses ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Anda harus membuat surat permohonan pemblokiran sertifikat atau mengisi formulir blokir yang telah disediakan ditujukan kepada Kepala Kantor Pertanahan setempat;
  2. Dalam surat permohonan tersebut, Anda harus melampirkan a) fotokopi identitas atau kuasa beserta surat kuasa asli b) Menyertakan fotokopi Akta Pendirian Badan Hukum c) Keterangan mengenai nama pemegang hak, jenis hak, nomor, luas d) Bukti setor penerimaan negara bukan pajak mengenai pencatatan blokir dan e) letak tanah yang dimohonkan blokir f) serta alasan-alasan pemblokiran, baik itu adanya penipuan, pemalsuan, telah terjadi perbuatan melawan hukum ataupun perbuatan wanptestasi. Alangkah baiknya tegaskan dalam bentuk laporan polisi apabila alasan pengajuan karena adanya tindak pidana;
  3. Dokumen terkait bukti-bukti saat mengajukan blokir sertifikat harus dilampirkan. Hal ini sebagai pertimbangan kantor pertanahan untuk segera memenuhi permintaan Anda terkait blokir sertifikat tersebut.

Terdapat tiga poin utama yang terlebih dahulu harus kita pahami sebelum mengajukan proses pemblokiran tersebut.

Point Pertama, yang berhak memblokir adalah pengadilan dan BPN
jadi kalau ada gugatan ke pengadilan, pengadilan bisa meminta BPN untuk memblokir aset bapak, tapi tanpa ada gugatan atau permintaan hal itu tidak dapat dilakukan, sekalipun sertifikat atas nama kita sendiri.

Point Kedua, Kepemilikan sah Sertipikat tanah, mengacu pada nama pemilik hal di SHM dan di sertipikat induk. seandainya berbeda dengan nama di Sertipikat induk, kepemilikan akan mengacu pada akta jual beli.
dalam sesorang yang membawa kabur semua sertifikat dan akta jual belinya.
maka tidak bisa begitu saja memblokir, karena seandainya si pelaku nekat untuk mengurusnya di BPN, di butuhkan setidaknya KTP dan Tanda Tangan Pemilik.
meskipun begitu, alangkah baiknya jika kita menghubungi Kantor Pertanahan  di kota tempat surat tanah tersebut di terbitkan.

Point Ketiga, Bisa juga diajukan karena adanya hubungan hutang piutang dengan jaminan sertifikat tersebut, dimana blokir ini digunakan melindungi kedua belah pihak.

Demikianlah penjelasan sedikit mengenai pemblokiran sertipikat yang berlaku, mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu kita semua, jika ada tambahan ataupun koreksinya diharapkan dapat dituliskan agar penulis dapat segera melakukan revisi.  Untuk mengetahui tulisan Lain mengenai pemblokiran tanah lihat postingan berikut ini

Persyaratan Pemblokiran Pembuatan Sertipikat Tanah

Untuk surat pemblokiran tersebut silahkan saudara download link yang telah saya sediakan ini Surat Pemblokiran Tanah

Untuk aturan terkait Pemblokiran Sertipikat Tanah dapat download pada link berikut :

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Tata Cara Blokir dan Sita

Perihal

omtanah.com adalah situs pribadi yang berisikan informasi untuk media pembelajaran dan memberikan gambaran umum terhadap permasalahan pertanahan yang sering dihadapi. Lihat tulisan selengkapnya Daftar Isi.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Tips Pertanahan
2 comments on “Pertanyaan Masalah Pertanahan (Surat Pemblokiran Sertipikat Tanah)
  1. asep merana yadi berkata:

    maaf ijin tanya apakah sertipikat terblokir oleh BPN dapat dibuka secara sepihak oleh pihak bank sebagai kreditur tanpa meminta persetujuan pihak nasabah ( debitur ) walaupun berkas putusan wan prestasi di pengadilan di menangkan oleh pihak Bank padahal sudah ada akta perdamaian yang terbaru yang telah mengikat para pihak

Terimakasih atas komentarnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori Tulisan
%d blogger menyukai ini: