Sertipikat Tanah Adalah Surat Berharga, Saatnya Merubah Paradigma Pertanahan

Kali ini akan membahas sebuah paradigma yang telah lama berkembang di masyarakat yang menganggap sertipikat tanah adalah barang/surat berharga, hal ini dikarenakan sertipikat dapat dijadikan sebagai bukti kepemilikan tanah, namun sebenarnya paradigma ini salah. Kenapa salah karena sebenarnya Sertipikat tanah itu hanyalah salinan dari Buku Tanah dan Surat Ukur yang ada di Kantor Pertanahan yang kemudian disatukan dalam bentuk buku dan diberikan kepada pemegang Hak atas Tanah sebagai bukti adanya Hak atas Tanah tersebut.

Sertipikat Tanah Oleh Kementerian ATR BPN

Contoh Sertipikat Tanah Online

Sertipikat yang dikeluarkan ini mungkin hanya berharga bagi pemiliknya saja sebagai bukti seseorang memiliki Hak atas Tanah dan menjadi tidak berharga bagi orang lain yang tidak terdaftar namanya di Sertipikat tersebut atau memegang suatu Sertipikat tanpa alas hak yang cukup menurut hukum. Seandainyapun Sertipikat tanah ini hilang maka seharusnya pemegang / pemilik Hak atas Tanah yang bersangkutan tidak perlu cemas, akan tetapi cukup memohon kepada Kantor Pertanahan untuk dikeluarkan Sertipikat pengganti. Jadi Sertipikat Hak atas Tanah tidak dapat disamakan dengan surat/barang berharga lainnya seperti uang, cek, meterai, kertas segel, perangko, wesel, surat sanggup, bilyet giro, prones dll surat berharga, yang mana surat2 tersebut mempunyai nilai sendiri atas surat/barangnya dan apabila hilang maka sipemegang surat/barang berharga tersebut juga akan kehilangan nilai dari surat/barang itu. Kalau Sertipikat Hak atas Tanah hilang maka si pemilik Hak atas Tanah tidak akan kehilangan Haknya, karena Haknya tersebut tetap tercatat di Buku Tanah dan Surat Ukur yang ada di Kantor Pertanahan.

 

Namun permasalahan yang sering terjadi adalah justru akses terhadap penggantian sertipikat ini sulit didapatkan atau diperoleh masyarakat miskin, maka seharusnya pemerintah, melalui lembaga yang diberi wewenang untuk mengelola permasalahan pertanahan, ini mempunyai solusi terhadap sempitnya akses yang dimiliki masyarakat.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional sedang berupaya untuk menyederhanakan bentuk dari Sertipikat Hak atas Tanah sebagaimana yang telah ada sekarang ini. Nantinya semua proses perubahan data Hak atas Tanah akan dilakukan melalui sistem digital secara online. Data-data pertanahan akan tersimpan secara digital dan dapat diakses secara online oleh yang berhak. Sertipikat Hak atas Tanah yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan tersebut nantinya dapat diprint atau dapat dicetak sendiri secara online oleh pemegang Hak, sebagaimana mencetak SK Pengesahan Badan Hukum saat ini di Kementerian Hukum dan HAM.

Jadi dengan kebijakan seperti ini maka, bersiaplah kita dan semua elemen yang berkepentingan dalam pertanahan dapat menyongsong era digitalisasi dalam bidang pertanahan dan marilah kita dukung penuh program pemerintah agar berjalan dengan baik dan berilah edukasi bagi masyarakat untuk juga siap menerima era digitalisasi tersebut”

*disarikan dari sebuah tulisan dengan editing seperlunya.

Iklan
Perihal

omtanah.com adalah situs pribadi yang berisikan informasi untuk media pembelajaran dan memberikan gambaran umum terhadap permasalahan pertanahan yang sering dihadapi. Lihat tulisan selengkapnya Daftar Isi.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Berita Pertanahan, Kajian Pertanahan

Terimakasih atas komentarnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: