Ahli Waris Yang Tidak Tercantum Dalam Peralihan Waris Sertipikat Tanah

Pertanyaan

Terdapat proses Peralihan Hak Waris terhadap sertipikat hak milik yang sudah selesai di proses di Kantor Pertanahan dengan jumlah ahli waris sebanyak 2 (dua) orang, di kemudian hari datang ternyata baru muncul 2 (dua) ahli waris yg lain, kedua ahli waris ini menuntut agar nama mereka turut dicatat kedalam sertipikat yang tersebut, hal ini dikarenakan terdapat kekeliruan dalam pembuatan surat keterangan waris. Atas dasar ini oleh pejabat kecamatan diterbitkan surat waris yang baru berisikan nama 4 (empat) orang tersebut dan juga  membatalkan surat keterangan waris yang pertama kali dibuat (dengan 2 ahli waris) Bagaimana perlakuan hukum sertipikat tersebut.

Jawaban / Pendapat

Pada peristiwa tersebut, terlepas dengan oleh maksud apapun, dua orang yang membuat peralihan waris telah membuat surat keterangan waris yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pewarisan karena telah meniadakan dua nama ahli waris yang berhak, menurut kami (omtanah.com) Perlakukan yang perlu dilakukan untuk kasus sertipikat yang sudah dilakukan pencatatannya ini menurut saya harus di limpahkan ke ranah hukum atau dapat dengan musyawarah kekeluargaan.

  1. Pengadilan Agama, dengan mendaftarkan pengaduan ke pengadilan agama untuk meminta penetapan ahli waris, hal ini dapat dilihat pada penjelasan Pasal 49 huruf b UU Peradilan Agama yang berbunyi: “…Yang dimaksud dengan “Waris” adalah penentuan siapa yang menjadi ahli waris, penentuan mengenai harta peninggalan, penentuan bagian masing-masing ahli waris, dan melaksanakan pembagian harta peninggalan tersebut, serta penetapan pengadilan atas permohonan seseorang tentang penentuan siapa yang menjadi ahli waris, penentuan bagian masing-masing ahli waris…” Kenapa penyelesaian peristiwa tersebut ke Pengadilan Agama, hal ini disebabkan karena surat surat keterangan waris yang dibuat pertamakali tidak dapat serta merta dibatalkan oleh Pejabat yang bersangkutan, hal ini dikarenakan pejabat kecamatan tidak memiliki kewenangan untuk menguji sebuah ikatan waris, yang mempunyai kewenanagan untuk menentukan hal itu adalah pengadilan, dalam hal ini adalah Pengadilan Agama. Dan hasil sidang pengadilan Agama ini hasilnya bersifat mengikat semua pihak, dan berbekal catatan sidang ini Ahli waris dapat berkonsultasi mengenai cacat administrasi yang terjadi atas peralihan hak waris tersebut.
  2. Pengadilan Negeri, pendaftaran ini dimungkinkan apabila materi gugatan bukan hanya pada surat keterangan waris yang dikeluarkan oleh kecamatan. Namun gugatan berupa (1) surat keterangan waris pertama yang cacat hukum (2) pembatalan pendaftaran pencatatan waris (3) pengakuan terhadap empat ahli waris yang sah (4) pencatatan sertipikat menurut ahli waris yang sah (5) BPN juga sebagai turut ikut sebagai Tergugat, hal ini dimkasudkan agar pendaftaran peralihan hak dapat segera dilaksanakan ketika sidang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.
  3. Musyawarah / Mediasi, hal ini dapat dilakukan apabila diantara ahli waris yang sah sudah tidak ada permasalahan/sengketa, sehingga atas dasar kesepakatan tanah tersebut dipecah menjadi empat bagian masing-masing, dan dasar pemecahan untuk ahli waris yang tidak masuk atau tidak tercatat pada sertipikat adalah peralihan hak dengan pembuatan Akta Hibah atau Akta Jual Beli, hal ini dimaksudkan agar setiap ahli waris mendapatkan bagian yang adil. Adil.

Demikianlah sedikit tulisan, mudah-mudahan dengan tulisan ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai permasalahan ahli waris yang tidak tercatatkan namanya pada sertipikat.

Iklan
Perihal

omtanah.com adalah situs pribadi yang berisikan informasi untuk media pembelajaran dan memberikan gambaran umum terhadap permasalahan pertanahan yang sering dihadapi. Lihat tulisan selengkapnya Daftar Isi.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Tanah Warisan

Terimakasih atas komentarnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: