Kenali Perbedaan PPAT, Notaris atau Notaris/PPAT

Tulisan ini dirangkum dari tulisan liputan6dotcom kemudian disarikan ulang oleh penulis,

Bagi yang akan melakukan pengurusan surat/administrasi mungkin sering melihat Papan Tanda Lembaga bantuan hukum peroranganberupa Notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), jika sekilas dilihat bahwa plang nama ini sama aja namun jika dicermati maka akan diketahui bahwa ada plang nama yang Notaris dan PPAT dalam satu plang yang sama, namun ada yang hanya tertulis Notaris saja atau PPAT saja?

Perbedaan Menurut Kewenangan

Bagi masyarakat awam, kedua jabatan profesi ini diangga memiliki tugas dan fungsi serupa. Padahal, sebenarnya kedua profesi Notaris dan PPAT sangat berbeda yang dilihat dari  dengan kewenangannya.

Meski begitu, memang banyak ditemui notaris yang juga berprofesi sebagai PPAT. Rangkap jabatan profesi memang diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Notaris

Secara garis besar, notaris merupakan pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Kenotarisan (Pasal 1 angka 1 UUJN).

Adapun tugas pokok dan kewenangan yang biasa ditangani oleh notaris adalah :

  1. Mengesahkan tanda tangan dan menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus (legalisasi)
  2. Membukukan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar dalam buku khusus (waarmerking)
  3. Membuat akta otentik tentang perjanjian ataupun ketetapannya
  4. Melakukan pengesahan kecocokan fotokopi dengan surat aslinya
  5. Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta

Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)

Sedangkan PPAT adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (Pasal 1 angka 1 PP 37/1998). Yang kewenangannya PPAT meliputi urusan pembuatan akta pertanahan mulai dari:

  1. Jual beli
  2. Tukar menukar
  3. Waris
  4. Hibah
  5. Pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng)
  6. Pembagian hak bersama
  7. Pemberian Hak Guna Bangunan/Hak Pakai atas Tanah Hak Milik
  8. Pemberian Hak Tanggungan
  9. Pemberian Kuasa membebankan Hak Tanggungan.

Perbedaan Menurut Kementerian yang menaungi

Perbedaaan Lainnya dari kedua jabatan profesi ini adalah pengangkatannya seorang notaris boleh menjalankan profesinya setelah diangkat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, sehingga seorang notaris akan bertanggungjawab dan melaporkan hasil pekerjaannya kepada kementerian tersebut terhadap sementara PPAT dapat melakukan jabatannya ketika telah diangkat langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (BPN), melalui Kantor Pertanahan setempat” dan harus melaporkan hasil penetapan aktanya setiap bulan kepada kantor pertanahan setempat.

Untuk melakukan pendaftaran jabatan PPAT di Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN lihat tulisan berikut ini

Pendaftaran Jabatan PPAT

Perbedaan Menurut Wilayah Kerja

Jika Anda ingin melakukan kegiatan sewa tehadap tanah dan bangunan atau melakukan legalisir berkas kependudukan yang dibutuhkan melalui kantor notaris yang berada di sekitar tempat tinggal.

Dengan kata lain, tidak perlu mendatangi kantor notaris terdekat sesuai area properti tersebut.

“Ilustrasi pekerjaan notaris seperti ini, misalnya Anda hendak menyewakan rumah di Bandung kepada penyewa yang menetap di Bogor. Untuk melakukan penandatanganan perjanjian sewa, Anda dan rekan tidak harus mengunjungi kantor notaris yang berada di Bandung, melainkan cukup di wilayah Bogor,”.

Berbeda dengan PPAT, kewenangan wilayahnya hanya mencakup domisili yang telah ditentukan, dan tidak mempunyai kuasa untuk menjalankan tugas di luar daerah lain.

“Ilustrasinya pekerjaan PPAT, adalah jika Anda penduduk jakarta hendak membeli  rumah di bogor kepada pemilik rumah yang juga menetap di jakarta. Maka agar pembelian tersebut dapat sah sesuai hokum maka anda harus melakukan penandatanganan perjanjian jual beli tersebut dihadapan PPAT yang berada di wilayah bogor, untuk PPAT di Jakarta tidak memiliki kewenangan melakukan pencatatan akta di wilayah Bogor,”

Kewenangan ini sesuai dalam Pasal 12 ayat (1) PP 37/1998, yang menyatakan bahwa daerah kerja PPAT adalah satu wilayah kerja Kantor Pertanahan Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II.

PPAT, Notaris atau Notaris/PPAT

Setelah mengetahui perbedaan tersebut maka jelas bahwa Notaris adalah pejabat yang memiliki kewenangan dalan pembuatan layanan kenotariatan dan PPAT adalah pejabat yang berhubungan dengan akta tanah. Namun seorang notaris, tidak serta merta dapat menjadi PPAT notaris tersebut harus mengikuti tes yang diadakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional, jai jika melihat plang nama notaris saja maka bias dipastikan bahwa pejabat yang bersangkutan belum mengikuti ujian PPAT yang dimaksud, selain itu ada juga PPAT yang tidak dirangkap oleh notaris, PPAT ini hanya memiliki kewenangan yang dimiliki oleh seorang PPAT, biasanya yang memiliki jabatan PPAT ini adalah perorangan yang dinilai oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN mampu untuk menjalankan jabatan PPAT.

Orang yang hanya memiliki jabatan PPAT ini biasanya para pensiunan pegawai Kementerian Agraria dan Tata Ruang / BPN yang telah mengikuti Program Pendidikan Khusus untuk meningkatkan kemampuan jabatan PPAT-nya.

 

Perihal

omtanah.com adalah situs pribadi yang berisikan informasi untuk media pembelajaran dan memberikan gambaran umum terhadap permasalahan pertanahan yang sering dihadapi. Lihat tulisan selengkapnya Daftar Isi.

Ditulis dalam Berita Pertanahan

Terimakasih atas komentarnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori Tulisan
%d blogger menyukai ini: